Uncategorized

Tugas oh Tugas

Predikat yang disandarkan pada orang yang mempunyai julukan keren dan keceh bagi mahasiswa ini tentu menjadi pusat perhatian masyarakat atas sampai masyarakat bawah. Ini tentu tidak serta merta terbebas dari jeratan tugas-tugas kuliah. Justru tugas-tugas kuliah maupun non kuliah siap membuat pusingu mahasiswa. Tak sedikit mahasiswa yang awalnya kuliah hanya sekedar menyenangkan hati orangtuanya atau hanya sekedar gengsi belaka bila tidak kuliah kini hanya bisa meratapi nasibnya dengan seabrek tugas-tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah dengan embel-embel bila tidak mengerjakan tugas yang ditugaskan maka nilai tentu tidak akan bagus atau bisa saja mengulang di semester berikutnya. OHH tidak..

Hal ini menjadi momok yang menakutkan bagi seorang mahasiswa yang belum mengerti sepenuhnya tentang dunia kampus yang mereka tahu hanyalah copy-paste  dari internet. Hal ini diperparah dengan akses internet yang kian mudah saja dijumpai yang tidak ada batasan waktu untuk mengaksesnya. Semua serba mudah dan instan. Memang, tidak salah bila pihak kampus menyediakan akses wifi tetapi apa yang terjadi saya jumpai di setiap kegiatan perkuliahan ada saja mahsiswa yang menggunakan wifi sesuka-sukanya dengan membuka situs-situs yang menyimpang dari ajaran agama atau sosial media seperti facebook. Wifi tidak digunakan untuk mengakses materi perkuliahan tetapi buat facebookan. Giliran tugas akan dikumpulkan mahasiswa dengan bangganya melakukan SKS (sistim kebut semalam) dalam memenuhi tugas kuliah. Makalah, power point yang seharusnya dikerjakan jauh-jauh hari ini bisa melakukannya dengan beberapa jam saja, nah itulah ilmu The Power of Kepepet.

SKS (sistim kebut semalam) yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengejakan tugas kuliah. Sebagai contoh teman saya sendiri, dia kalau mengerjakan tugas selalu paginya mau dikumpulkan dan hasilnya luar biasa dia mampu meraih nilai tertinggi di dalam kelas.

Tidak semua  ilmu The Power of Kepepet ini bisa digunakan secara bebas. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan cara seperti ini. Tetapi, biasanya memang kekuatan itu muncul karena ada sebuah desakan / saat kepepet yang sungguh luar biasa. Cara ini sudah menjadi sahabat bagi mahasiswa yang doyan dengan rasa kepepet. Saya juga bertanya dengan teman saya yang berinisial T. Dia tidak suka mengerjakan sesuatu hal karena kepepet. Masing- masing orang mempunyai cara sendiri untuk memenuhi tugas kuliahnya.

Tugas kuliah tentu sangat membosankan bila dosen pengampu juga tidak konsisten dalam proses perkuliahan. Sebagai contoh dosen yang jarang masuk dalam tatap muka perkuliahan satu kali masuk dan langsung menugaskan kepada mahasiswa untuk observasi. Bekal teori saja belum diberikan, dosen dengan seenaknya menugaskan kepada mahasiswa yang belum dimengerti. Tentu efek ini suatu nanti akan timbul bagi dosen itu sendiri dan mahasiswa. Bagi dosen, dia bisa dijauhi bahkan dicibir mahasiwa terlebih bila aktivis-aktivis mahasiswa sudah bergerak meminta data dosen yang kurang tatapmuka dalam perkuliahan, tentu akan menjadi sorotan penting dalam sejarah dosen itu sendiri yaitu akan dipermalukan melalui demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Dan untuk mahasiswa dia kurang paham dengan materi kuliah.

Sekian dan terima kasih,

Iklan
Standar

Tinggalkan Jejak Dengan Menulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s