catatan

Idealisme Mahasiswa

Students Ari Metin, Iana Cushir, Vu Anh Tho and Zhou Fang stand in front of the International Study Centree (ISC) the University of Huddersfield. Huddersfield Testimonial Photoshoot 05-2011.

Denyut kehidupan mahasiswa sangatlah berbeda dengan seorang siswa. Mahasiswa sudah dianggap dewasa dan mandiri dalam arti mampu mengambil langkah sendiri tanpa harus diperintah. Oleh sebab itu, sistem perkuliahan dirancang sedemikian rupa untuk lebih mengedepankan kemandirian mahasiswa. Dengan adanya hal tersebut, tentunya mahasiswa harus lebih aktif dalam segala hal.

Ketika mahasiswa memasuki dunia kampus yang pertama kali dirasakan berbeda adalah dalam hal sistem pembelajarannya. Tidak seperti siswa SD, SMP, maupun SMA, mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan materi yang didapat ketika dibangku kuliah saja. Materi yang didapat ketika dikelas sangatlah sedikit dan hanya bersifat dasar-dasarnya saja. Untuk itu perlu adanya usaha untuk mengembangkan sumber pengetahuan dan lebih banyak latihan di luar kelas.

Sebagian besar kampus baik yang berstatus negeri maupun swasta kebanyakan menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Sistem ini memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk memilih dan mengambil mata kuliah yang ada dalam satu semester. Pada umumnya pihak fakultas ataupun jurusan sudah menyiapkan paket mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Meskipun sudah ditentukan ada hal yang membuat mahasiswa tidak bisa mengikuti paket tersebut, misalnya nilai yang tidak mencukupi. Oleh karena itu pemikiran yang matang dan strategi yang jitu sangatlah dibutuhkan untuk mengatasi hal tersebut.

Mahasiswa yang tidak mengikuti sebuah UKM atau organisasi akan terasa hambar. Kegiatan semacam ini sangatlah penting untuk dijalani selama jadi mahasiswa karena kegiatan semacam itu bisa mengembangkan soft skill dan keahlian lain. Untuk bisa megikuti kuliah dan kegiatan tersebut dibutuhkan management waktu yang cukup baik agar kuliah dan organisasi berjalan beriringan dalam arti tidak ada yang dikorbankan.

Mahasiswa dituntut aktif ketika sudah memasuki gerbang kampus. Di dunia kampus hampir semua hal menuntut adanya suatu keaktifan, baik dalam hal akademik ataupun kegiatan mahasiswa seperti UKM atau organisasi. Untuk melatih keaktifan kita di kampus dapat dilakukan dengan selau aktif bertanya dan mencari informasi dari berbagai sumber informasi seperti kakak angkatan, dosen, teman sebaya ataupun media lainnya.

Selain aktif mahasiswa juga harus inisiatif dalam arti tidak harus menunggu komando terlebih dahulu dari orang lain. Dalam perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mandiri. Mahasiswa yang hanya menunggu komando dari orang lain dalam mengerjakan sesuatu, maka mahasiswa tersebut tidak akan berkembang menjadi mahasiswa yang mandiri dan inisitif. Mahasiswa yang cerdas mengkolaborasikan antara aktif dan inisiatif maka mahasiswa tersebut akan mudah beradaptasi dalam segala kegiatan, baik kegiatan akademis maupun kegiatan organisasi,

Iklan
Standar

Tinggalkan Jejak Dengan Menulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s