catatan

Susah Keluar Dari Kampus

Semerter akhir adalah massa dimana seorang mahasiswa dihadapkan dengan permasalahan hidup yang sangat menentukan dirinya sendiri kedepan. Tak terkecuali saya dan teman – teman saya yang saat ini berada di semester akhir ( padahal udah semester 9 sihh! ) dan diantara teman – teman saya itu sudah ada yang lulus dan tinggal menunggu wisuda saja. ( Kalau saya sih GeJe gitu kapan selesai nya…..! )

Nah pada suatu waktu ketika saya dan teman – teman saya berkumpul di suatu ruangan dosen,, kebetulan ruangan itu kosong karena dosennya lagi ngajar. Pertama – pertamanya obrolan kita masih tahap guyon saling ejek satu sama lain, tapi tidak tahu siapa yang mendahului tiba – tiba obrolan kami berubah menjadi masalah serius ketika menyinggung ” SETELAH LULUS KULIAH KITA  NGAPAINN YA ”  (pasti semuanya berharap akan langsung dapat kerja setelah lulus).

Pertama yang kami bahas adalah masalah PROFESI yang cocok dengan jurusan yang kami ambil yaitu Manajemen dan setahu kami di Indonesia banyak sekali perusahaan yang membutuhkan lulusan manajemen yang ada, sehingga diantara kami ada yang beralih ingin jadi Dosen, PNS , CS ( Costummer Service ) Bank sampai Wirausaha .  Ketika kata yang terakhir disebut  (Wirausaha) , salah satu teman berkomentar kalau nggak salah dia bilang gini ” kalau wirausaha itu perlu modal banyak dan belum tentu juga sukses, terus kalau sudah sukses juga tiba – tiba bangkrut malah kita jadi struk “ suatu komentar yang pesimis, tetapi untuk para mahasiswa akhir seperti kami juga pernyataan yang masuk akal karena kami bukan anak seorang pengusaha yang dapat memberikan modal besar dan tidak memiliki jiwa Enterprener , walaupun kami juga tahu dari cerita banyak orang – orang yang keadaannya sama seperti kami tapi mereka sukses berwirausaha . Setelah itu obrolan kami beralih tentang masalah gaji, di obrolan ini terdapat dua pendapat yang berbeda, ada yang berpendapat ” Yang Penting Gaji Besar tak peduli nggak nyaman dengan pekerjaannya “ sedangkan yang lainnya bependapat ” nggak pa pa Gaji yang penting kita nyaman dengan pekerjaannya” . Tidak ada yang salah dengan kedua pendapat itu, sebagai manusia kita tentunya menginginkan mendapat suatu penghasilan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, tetapi kita juga menyadari bahwa manusia mempunyai perasaan yang akhirnya mempengaruhi mood kerja kita juga. ( Tapi saya pribadi lebih ke pendapat ke dua, karena saya mempunyai prinsip jangan terlalu melihat hasilnya , tapi lihat dan hargai pengalamannya ).  Setelah terlibat dengan obrolan seru itu , munculah moto bijak dari kami yang mungkin sebagai pengayem ( pendingin ) dari obrolan diatas yaitu Niat, Usaha dan Do’a dan kata bijak semua itu sudah ada jalan takdirnya sendiri jadi jalani saja kemana kaki mu melangkah.

Mungkin apa yang dirasakan saya dan teman – teman saya di atas juga anda rasakan , dimana perasaan gundah, galau dan ragu dirasakan ketika kita sudah berada didepan pintu gerbang menuju dunia kerja, ditambah dengan fakta kita harus bersaing dengan jutaan pengangguran di negara indonesia ini. Suatu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah dan kita sebagai warga negara indonesia. Malah jadi ingat ketika masuk kuliah sudah susah dimana harus bersaing dengan ribuan calon mahasiswa di tambah biaya masuk kuliah yang mahal. Eh, ketika mau lulus juga susah harus bersaing dengan jutaan pengangguran untuk mendapatkan satu pekerjaan. Yo wes satu kalimat dah ” Masuk Kuliah Susahhh……..! Keluar Kuliah Juga SusssSsssaaaaaahhhh!” suatu realita di negeri kita,

 

    Iklan
    Standar

    Tinggalkan Jejak Dengan Menulis Komentar

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s